Tuesday, 15 November 2011

Layout Kantor Sederhana

KETERANGAN GAMBAR:
1. Pintu
2. Filing Cabinet
3. Filing Cabinet
4. Kursi sekretaris
5. Meja sekretaris
6. Meja tamu
7. Sofa
8. Panaboard
9. Meja untuk mesin-mesin kantor
10. Brankas
11. Lemari kaca
12. Kursi tamu
13. Meja pimpinan
14. Kursi pmpinan

Skenario Penerimaan Telepon

Pada hari Rabu, tanggal 2 November 2011, pukul 09.15 WIB, Ibu Dita, direktur PT. Sejahtera menelepon PT. Unggul untuk memberitahukan bahwa beliau tidak dapat mengikuti rapat pada hari Sabtu, dikarenakan ada tugas dinas ke luar kota dan tidak dapat diwakilkan. Berikut percakapannya melalui telepon.

Sekretaris: Selamat Pagi! dengan PT. Unggul ada yang bisa saya bantu?
Ibu Dita: Selamat Pagi! Saya Ibu Dita direktur PT. Sejahtera. Bisa saya berbicara dengan Bapak Dika, direktur PT. Unggul?
Sekretaris: Mohon maaf, bapak Dika sedang ada rapat. Ada pesan yang dapat saya sampaikan?
Ibu Dita: Iya, tolong sampaikan pesan ke bapak Dika kalau saya tidak dapat menghadiri rapat Sabtu besok karena ada tugas dinas ke Jakarta penting dan tidak dapat diwakilkan. Saya sudah mengadakan janji dengan bapak Dika. Tolong sampaikan maaf saya ke Bapak Dika!
Sekretaris: Iya, Bu Dita! Akan saya sampaikan pesan ibu ke bapak Dika.
Ibu Dita: Terima kasih. Selamat Pagi!
Selretaris: Selamat Pagi!
(sekretaris mengisi form Kartu Penerimaan Telepon)


Form Kartu Penerimaan Telepon:



Keterangan:
Sebagai sekretaris : Ana Miladiyah (098554064)
Sebagai Ibu Dita : Dita Oktavia Y. (098554046)

Skenario Penerimaan Tamu

Tamu: Selamat Pagi, Bu!
Sekretaris: Selamat Pagi, Bapak! Ada yang bisa saya bantu?
Tamu: Bisa saya bertemu dengan bapak Willy?
Sekretaris: Maaf dengan bapak siapa?
Tamu: Saya bapak Zulfin.
Sekretaris: Apakah Bapak Zulfin sudah membuat janji dengan bapak Willy sebelumnya?
Tamu: Sudah, Bu! Kemarin saya sudah membuat janji dengan beliau melalui telepon.
Sekretaris: Maaf, Bapak! Bapak Willy sedang ada rapat. Apakah Bapak bersedia menunggu?
Tamu: Iya, Bu! Saya tunggu kalau begitu.
Sekretaris: Silahkan mengisi form tamu terlebih dahulu, Bapak! (sambil memberikan form tamu)
Tamu: (mengisi form tamu kemudian diserahkan kepada sekretaris)
Sekretaris: Terima kasih, Bapak! Jika nanti sudah selesai bertemu dengan bapak Willy silahkan kembali kesini untuk tanda tangan lagi. Silahkan menunggu di ruang tamu!
Tamu: Iya terima kasih.

(10 menit kemudian bapak Willy sudah dapat ditemui)

Sekretaris: Bapak Zulfin! Bapak Willy sudah dapat ditemui. Silahkan ke ruang Bapak Willy!
Tamu: Terima kasih, Bu!

(30 menit kemudian, bapak Zulfin keluar dari ruangan bapak Willy)

Tamu: Sudah selesai, Bu!
Sekretaris: Iya, Bapak! Silahkan tanda tangan di sini! (sambil menyerahkan form tamu) Terima kasih, Bapak!
Tamu: Sama-sama, Bu!



Form Kartu Tamu:




Keterangan:
Sebagai sekretaris : Asri Ismardini (098554005)
Sebagai tamu : Rohmatul Khusnah (098554101)

Saturday, 22 October 2011

because all of you love me :)

For all those times you stood by me
For all the truth that you made me see
For all the joy you brought to my life
For all the wrong
that you made right
For every dream you made come true
For all the love I found in you
I'll be forever thankful baby
You're the one who held me up
Never let me fall

You're the one who saw me through through it all







You were my strength when I was weak
You were my voice when I couldn't speak
You were my eyes when I couldn't see
You saw the best there was in me
Lifted me up when I couldn't reach
You gave me faith 'coz you believe
I'm everything I am
Because you loved me







You gave me wings and made me fly
You touched my hand I could touch the sky
I lost my faith, you gave it back to me
You said no star was out of reach
You stood by me and I stood tall
 I had  your love  I had it all
I'm grateful for each day you gave me
Maybe I don' t know that much
But I know this much is true
I was blessed because I was loved by you








You were always there for me
The tender wind that carried me
A light in the dark shining your love into my life
You've been my inspiration
Through the lies you were the truth
My world is a better place because of you

Monday, 3 October 2011

Peran Humas Sebagai Jembatan Penghubung Antara Wali Murid dengan Pihak Sekolah



Komentar:

Menurut saya, bentrok yang terjadi antara wali murid dengan guru-guru SMAN 3 Jember disebabkan kinerja humas yang kurang baik. Seharusnya bentrok tersebut dapat dihindarkan jika humas sekolah mampu mengomunikasikan maksud dari pihak sekolah dengan baik. Jauh-jauh hari humas harus memberitahukan bahwa orang tua yang hendak mengambil rapor anaknya harus mencicil sebagian dari uang gedung. Karena setiap wali murid mempunyai kondisi ekonomi yang berbeda-beda.

Tindakan guru yang akan menahan rapor dari muridnya jika orang tua tidak sanggup membayar cicilan uang gedung merupakan suatu tindakan yang sangat disayangkan. Karena hal ini dapat menghambat orang tua untuk melihat perkembangan akademis anaknya. Selain itu kepercayaan dari para orang tua untuk menitipkan pendidikan anak-anaknya akan sedikit memudar karena para orang tua menilai guru terlalu mementingkan nominal daripada perkembangan akademis anak didiknya dan ini akan berakibat pada citra sekolah. Untuk mencapai suatu tujuan pendidikan perlu adanya kerjasama yang baik antara pihak sekolah dengan wali murid dan dari sinilah humas harus mampu menjembatani hubungan tersebut.

Salah satu tujuan humas sekolah yaitu meningkatkan partisipasi, dukungan, dan bantuan secara konkret dari masyarakat baik berupa tenaga, sarana prasarana maupun dana demi kelancaran dan tercapainya tujuan pendidikan. Maka dapat disimpulkan bahwa humas sekolah mempunyai peranan yang sangat penting demi tercapainya visi dan misi suatu sekolah. Maka dari itu guru yang ditunjuk sebagai humas selain dapat melaksanakan kewajibannya sebagai seorang guru yang mendidik murid-muridnya juga harus mempunyai kemampuan berkomunikasi dan kecerdasan inter dan intra personal serta kecerdasan personal supaya mampu menjadi jembatan antara pihak-pihak yang mendukung suatu tujuan pendidikan.

Sumber : Ambil Rapor, Ortu Siswa Ngamuk. Jawa Pos, Sabtu, 18 Juni 2011

Thursday, 29 September 2011

Rumahmu adalah Istana Kemuliaan dan Cinta

Wahai wanita mulia yang terhormat...

Janganlah engkau tinggalkan rumahmu, kecuali untuk suatu urusan yang memang sangat penting sekali! Di rumahmu itulah letak kebahagiaanmu. "Berdiam dirilah kalian di rumah kalian" (QS. Al-Ahzab: 33) Sebab, di rumahmu itulah engkau akan mendapatkan kebahagiaan dan bisa memelihara nilai-nilai kehormatan, kemuliaan, dan kewibawaanmu.

Ketahuilah, sesungguhnya wanita murahan itu adalah yang sering pergi ke pasar tanpa ada kepentingan: hanya mengikuti budaya dan kebiasaan yang sedang trend saja. Ironisnya, kebanyakan mereka memasuki pusat-pusat perbelanjaan untuk mencari barang-barang sepele yang aneh-aneh, tidak ada manfaatnya, tidak dianjurkan agama, tidak sejalan dengan risalah dakwah, dan tidak ada kaitannya dengan pengetahuan, ilmu, dan kebudayaan.

Singkat kata, apa yang mereka lakukan ini hanyalah sesuatu yang sia-sia, tiada guna, dan terlalu berlebih-lebihan. Apalagi bila tujuan mereka hanya sepele: mencari makan dan melihat mode pakaian terbaru.

Jangan sekali-kali engkau meninggalkan rumah tanpa ada kepentingan yang benar-benar penting dan mendesak. Tetaplah engkau di rumahmu! Sebab, rumahmu adalah tempatnya kebahagiaan, ketenteraman, dan kedamaian. Jadikan pula rumahmu sebagai sumber cinta dan kasih sayang, serta pangkalan kebajikan dan kedermawanan yang membawa berkah.